Manusia adalah makhluk social yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhanya. Untuk itu dibutuhkan adanya interaksi dengan orang lain. Cara berinteraksi tersebut dapat menggunakan bermacam – macam cara, mulai yang sangat sederhana hingga yang sangat rumit sekalipun. Semua itu tergantunga pada seberapa banyak dan pentingnya kebutuhan yang ingin kita penuhi. Cara berinteraksi itu dinamakan komunikasi baik searah maupun dua arah, menggunakan alat bantu atau tidak. Dimulai hanya dengan isyarat atau gerak tubuh berkembang menjadi bahasa lisan. Tetapi saat telah ditemukan bahasa lisan bukan berarti bahasa isyarat tidak digunakan. Hal ini dikarenakan tidak semua dapat diselesaikan dengan bahasa lisan. Apalagi di dunia ini bahasa lisan sangat beragam jenis, berbeda – beda tiap bangsa bahkan dua wilayah yang berdekatan menpunyai bahasa yang berbeda. Untuk itu manusia memerlukan alat bantu komunikasi. Dari yang sangat sederhana hingga berteknologi tinggi sesuai dengan kemajuan jaman.
Salah satu contoh sederhana adalah penggunaan kentongan atau terompet untuk mengirimkan berita kebanyak orang. Dengan menggunakan sandi, seseorang dapat menginformasikan suatu keadaan tertentu dengan cepat dan praktis. Misalkan saat terjadi kebakaran, kita cukup membunyikan kentongan dengan sandi yang ada untuk memberitahu warga yang lain. Sehingga kita tidak perlu teriak – teriak atau mengunjungi satu demi satu rumah yang akan membutuhkan waktu lama dan tidak praktis. Atau seorang jendral yang memimpin perang tidak perlu berteriak agar seluruh pasukanya mendengar, tetapi cukup menggunakan aba –aba atau menggunakan terompet untuk memerintahkan pasukannya menyerang atau mundur. Dengan berkembanya zaman dan kebutuhan manusia yang semakin banyak dibutuhkan suatu alat bantu komunikasi yang lebih canggih yang efektif dan efisien. Pada tahun 2030 nanti kita tidak akan menggunakan kentongan lagi untuk mengirim informasi, tapi cukup menggunakan alarm atau sirine tanda bahaya. Fungsi alarm bahaya ini akan dimaksimalkan dan ditempatkan disemua wilayah. Alarm ini akan memberikan tanda bahaya tidak hanya kebakaran,tetapi juga untuk kasus - kasus bencana yang besar, seperti tsunami, banjir, gempa dan lain – lain. Hal ini diharapkan masyarakat dapat melakukan evakuasi untuk mengurangi dampak buruk dari bencana dan yang penting dapat mengurangi korban jiwa.
Teknologi lainya yang akan berkembang pada tahun 2030 nanti adalah handphone. Berbeda dengan yang ada sekarang, pada tahun 2030 nanti fungsi handphone akan lebih lengkap. Tidak hanya untuk sms dan telephone saja, tapi akan menggantikan fungsi kamera digital dengan resolusi 8 – 10 megapixel. Sehingga setiap orang dapat mengabadikan setiap momen cukup dengan kamera HP tanpa perlu khawatir akan kualitas gambarnya. Kita tidak perlu lagi memiliki Hp berkamera dan kamera digital seperti sekarang ini. Kualitas speaker juga akan lebih baik. Dengan memori yang besar, maka kita tidak perlu lagi mendengarkan music dengan dua alat, yaitu Hp dan music player. Dan yang lebih penting lagi adalah tarif telphone akan sangat murah sehingga kita tidak perlu khawatir dengan ongkos yang kita keluarkan. Tidak seperti sekarang dimana tarif murah hanya bisa dinikmati dengan berbagai syarat yang banyak dan membingungkan bahkan cenderung penipuan. Dengan berbagai kemudahan yang disediakan maka akan ada pergeseran budaya masyarakat. Budaya sms akan mulai ditinggalkan berganti dengan budaya menelphone. Music tidak akan dijual dalam bentuk kaset ataupun cd lagi yang terbukti mudah untuk dibajak, tetapi dijual secara online misalkan dalam bentuk ring back tone. Sehingga para pemusik tidak perlu khawatir lagi karyanya dibajak dan pendapatan pajak pemerintah dalam bidang informasi akan bertambah banyak.
Pada tahun 2030 juga akan terjadi booming pemakaian laptop atupun notebook. Hal ini dikarenakan nantinya koneksi internet akan gratis dan banyaknya area hotspot yang tersedia. Dengan spesifikasi laptop yang semakin canggih maka penggunaan Personal Computer (PC) akan tergantikan. Hal ini nantinya akan berdampak pada budaya yang akan berkembang dalam masyarakat. Pada sistem pendidikan misalnya,pada tahun 2030 nanti proses perkuliahan tidak akan dilakukan dengan datang ke kampus, absen, dan mendengarkan dosen mengajar. Tetapi akan dilakukan secara online, dimana dosen akan memberikan materi,dan tugas lewat email saja. Jika mahasiswa kurang paham dengan materi yang diberikan oleh dosen, mahasiswa dapat bertanya lewat email atau datang langsung ke kampus untuk berkonsultasi dengan dosen pengajar. Pada sector percetakan juga akan mengalami perubahan. Koran ataupun majalah bahkan mungkin buku tidak akan ada lagi dalam bentuk kertas, semua dapat dilihat melalui internet. Hal ini akan berdampak sangat signifikan dalan upaya mengurangi pemanasan global. Dengan penggunaan kertas yang berkurang sangat banyak, maka permintaan akan kertas berkurang. Penebangan hutan sebagai pemasok bahan baku kertas akan turun,sehingga penggundulan hutan dapat dicegah dan kita mempunyai kesempatan untuk mengembalikan fungsi hutan seperti semula. Bencana banjir dan tanah longsor yang merupakan dampak dari kerusakan hutan dapat dicegah.
Dengan kemajuan ini sangat mungkin nantinya kita tidak perlu harus datang ke kantor untuk bekerja, tapi kita bisa mengerjakan pekerjaan di rumah atau dimanapun dengan fleksibel cukup online dengan perusahaan. Sehingga tidak ada lagi alasan keterlambatan datang ke kantor dan kita tidak perlu stress dengan rutinitas dan suasana kantor yang menjemukan. Sehingga hubungan karyawan dengan perusahaan benar – benar murni hubungan professional. Dampak lain yang akan sangat besar adalah pemakian uang tunai (cash) yang akan berkurang. Karena semua dapat dilakukanh dengan online,maka sistem pembayaran pun akan berganti,hanya menggunakan ATM dan kartu kredit (credit card). Kita tidak perlu lagi capek – capek ke pasar atau supermarket hanya untuk membeli kebutuhan pokok. Kita tinggal memesan dan barang akan diantar langsung. Tidak akan lagi kita jumpai antrean panjang disupermarket pada akhir minggu atau pada hari perayaan agama. Oleh karena pentingnya penggunaan ATM atau kartu kredit maka dibutuhkan sistem keamanan yang kuat. Penggunaan nomor pin akan diganti dengan cek retina. Sehingga tidak ada orang lain yang dapat membuka selain orang tersebut, karena setiap orang mempunyai retina yang berbeda – beda (tidak ada yang sama). Saat akan mengambil uang atau melakukan transaksi maka kita harus mendekatkan mata kita ke sensor retina baru transaksi dapat berjalan.
Ditengah kemajuan teknologi yang sangat pesat,selain memberikan dampak positif tentunya juga akan menimbulkan dampak buruk. Mulai dari sikap hidup orang yang berubah menjadi individualis sampai adanya PHK besar – besaran pada perusahaan yang tidak berbasis teknologi. Salah satu contoh,karena penggunaan kertas yang berkurang, maka produksi kertas juga berkurang. Hal ini menyebabkan perusahaan akan mengurangi jumlah karyawan. Pasar tradisional akan menghilang karena orang akan beralih ke supermarket yang mempunyai layanan online dan delivery. Untuk itu diperlukan upaya untuk menghadapi dampak tersebut. Jangan sampai kemajuan yang ada hanya bisa dinikmati oleh sebagian kalangan saja. Karena pada hakekatnya, semua yang diciptakan adalah untuk kesejahteraan dan kemaslahatan semua manusia. Mari kita belajar dan bekerja keras untuk menjadikan masa depan yang lebih baik untuk semuanya.